Milad Tria Yola Roomdona 16 Juli 2023 Syukuran Kav-6 PCI Jakarta
Salah seorang menantu kami hari ini Milad 26 Juli 2023. Ibu dari Syifa, Bram, Ainique, Ghani dan Aisyah ini selalu tenang dan ceria. Bertutur kata halus dan sopan. Berwibawa dan santun kepada anak-anaknya. Hampir tidak pernah kami mendengar meninggikan suara apalagi memarahi 5 putra-putrinya.
Beda dengan kami yang lain. Suara kami keras meskipun bukan dalam keadaan marah. Lucu suatu kali, ketika di Padang, mereka mendengar suara kami keras di kamar yang lain. Lalu cucu kami yang masih kecil waktu itu datang ke kamar. Tanya, "Andung dan Atuak marah-marahan ya?".
Kami tersenyum, Saling memandang kemudian tertawa lepas. Cucu kami itu ikut tertawa. Ternyata suara keras dianggapnya marah-marahan.
Begitulah kami bicara dengan mereka. Bahwa kebiasaan yang berbeda dalam keluarga. Sekarang mereka tahu, bukan marahan kalau suara tinggi. Kami pun tahu kalau suara mereka antara kedengaran dan tidak, bukan berarti mereka sedang sakit atau tersinggung perasaan.
Kembali ke Tria Yola Roomdona yang dipanggil anak-anaknya Amih, mempunyai ayah yang sudah wafat. Begitu pula ibunya. Ayah yang dipanggil Abah bernama Sasmita. Ketika kuliah di UGM di masanya menggunakan nama lahir Abdul Ghani.
Ketika anak ke-4 mereka, cucu kami lahir laki-laki dikasih nama Evander, maka oleh Atuaknya ditambah Abdul Ghani. Jadinya adalah bocah, cucu kami ini wajah seperti wajah anak Iran mirip ibunya yang dulu kami sebut gadis Iran. Ghani berkulit kuning seperti Amihnya. Lengkap namanya Evander Abdul Ghani Putra Shofwim. Mendengar kata Ghani itu dulu, Nenek Eka tersenyum. Di situlah kami tahu nama Abah Sasmita, waktu kuliah bernama Abdul Ghani. Abah, berpulang ke rahmatullah jauh tahun-tahun sebelumnya.
Ibu Yola, almarhumah Eka, masa mudanya adalah staf di Bandara Halim Perdana Kusuma. Ketika itulah Abah melamarnya. Nenek Eka, begitu cucu kami memanggilnya, wafat pada masa Pandemi Covid-19 kemarin. Yola menggantikan Ibunya ibadah Haji Tahun lalu. Waktu itu mereka mau berangkat bersama suaminya, Abang atau mereka panggil Apih. Tetapi Apih belum mungkin berangkat karena harus menjadi peserta calon haji reguler, tahun-tahun sesuai quota dan giliran.
Yola kini menekuni tugasnya di salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia. Sarjana Hukum UNISBA ini memulai perkenalan dan kemudian dekat dengan Shofwim Shofwan. Kebetulan satu kampus. Opim, begitu temannya memanggil adalah Sarjana Psikolgi.
Kemudian, Abang-Opim-Apih kuliah ambil MBA di School of Business and Management (SBM) ITB. Abang melahirkan dan menjalan usaha sendiri pada beberapa PT yang dimulainya baik sendiri maupun bersama Asassociate-nya.
Dulu papanya Opim minta putra ke-2nya ini menjadi dosen karena sudah ada seorang Guru Besar di salah satu Universitas waktu itu meminta ikut testing dan insya Allah lulus karena sudah dipantau sang Profesor. Universtas itu baru mendirikan prodi Psikolog.
Akan tetapi Abang menolak dengan halus karena ingin berwiraswasta. Padahal waktu itu belum ada syarat S2 untuk mnejadi Dosen. Belakangan Abang sesuai dengan passion-nya ber-enterepreneur ambil S2 MBA pada SBM tadi. Kini mereka hampir tiap Sabtu sampai Ahad atau atau minimal waktu libur mereka ke rumah Anduang dan eteknya di Jakarta. Kecuali Abang yang rutin bekerja Senin sampai Jumat sore mengurus usahanya di Jakarta dan tinggal di sebuah Appartement di BSD. ***
![]() |
| Aisyah Ratu Shofiya disuapi kue oleh Amih (Dok) |
![]() |
| Radhiya Azhima Putri Affandy disaksikan Umy-nya Putri Bulqish Shofwan Marwan Affandy Nasrun di suapi Amih (Dok) |
![]() |
| Ahmad Abraham Shofwim |
![]() |
| Eander Abdul Ghani Showim |
![]() |
| Thariq Muhammad Faiz Affandy |
![]() |
| Ainique Ratu Shofiya Shofwim |
![]() |
| Rayhana Azhima Putri Affandy |
![]() |
| Putri Ajeng Wulan Julita Sari (PAWJS) isteri Adam Putra Shofwan Hamil 7 bulan ditengah Anduang dan Amih |
![]() |
Berkerumun di Kediaman Mella Muthiya Iqbal Shofwan, Kav 3 PCI. Mella dan Arkoun Farandae Iqbal dan Ali |
Gabeyuqi Iqbal (tak ada digambar) ikut ayahnya yang mengemban tugas negara sbg Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Taiwan. (Dok Klg)





























Komentar
Posting Komentar